alt_text: Fakta keamanan beras kencur untuk konsumsi ibu hamil, menenangkan dan menyehatkan.

5 Fakta Beras Kencur Aman untuk Ibu Hamil

naturalremedycbd.com – Beras kencur sering disebut sebagai jamu favorit banyak orang Indonesia. Rasanya segar, sedikit pedas hangat, sekaligus memberi energi. Namun ketika masuk masa kehamilan, muncul pertanyaan baru. Apakah beras kencur aman untuk ibu hamil, terutama saat trimester awal penuh mual dan lemas?

Sebagai minuman tradisional, beras kencur kerap dianggap otomatis aman. Padahal ibu hamil butuh pertimbangan ekstra sebelum mengonsumsi apa pun, termasuk jamu. Lewat tulisan ini, kita akan membahas fakta beras kencur bagi ibu hamil. Bukan sekadar mengulang mitos, tetapi mencoba memadukannya dengan logika, studi, serta pengalaman banyak perempuan.

Kenalan Lagi dengan Jamu Beras Kencur

Beras kencur adalah jamu tradisional berbahan utama beras putih dan rimpang kencur. Biasanya ditambah gula merah, kadang sedikit asam jawa atau jahe. Kombinasi ini menciptakan rasa unik. Manis, segar, lalu meninggalkan sensasi hangat ringan di tenggorokan. Di banyak daerah, beras kencur dikaitkan dengan stamina tubuh serta nafsu makan.

Beras pada jamu beras kencur memberi karbohidrat sederhana. Itu berguna untuk tambahan energi, terutama ketika ibu hamil mudah lelah. Sementara kencur dikenal membawa efek hangat serta aromatik. Banyak orang memanfaatkannya sebagai pereda masuk angin, pegal, sampai keluhan ringan pencernaan. Di masa hamil, keluhan seputar lambung cukup sering muncul, sehingga beras kencur terasa relevan.

Sisi menarik lain, beras kencur hadir sebagai warisan budaya. Nenek, ibu, sampai penjual jamu gendong sudah mengenalnya sejak lama. Ada kenyamanan emosional ketika ibu hamil menyeruput jamu yang dulu juga diminum orang tua mereka. Namun faktor tradisi tetap perlu diimbangi pola pikir kritis. Tradisional bukan berarti tanpa risiko, modern bukan selalu lebih baik. Kuncinya ada pada cara konsumsi dan takaran.

Fakta Manfaat Beras Kencur bagi Ibu Hamil

Salah satu keluhan paling mengganggu pada awal kehamilan ialah mual. Banyak ibu menyebut perasaan mual itu menghantam pagi, siang, bahkan malam. Kencur punya aroma tajam yang dipercaya membantu menenangkan perut. Saat diolah menjadi beras kencur, sensasi hangat lembut muncul, lalu bisa membuat tubuh terasa lebih rileks. Beberapa ibu merasakan mual sedikit berkurang setelah minum satu gelas kecil beras kencur hangat.

Kandungan karbohidrat dari beras memberikan asupan energi cepat. Ibu hamil butuh energi ekstra, tetapi sering sulit makan karena mual. Di titik ini, beras kencur mungkin menjadi jembatan. Minum sedikit, energi terisi, meski belum sanggup menyentuh nasi atau lauk. Namun minuman ini tetap tidak boleh menggantikan makanan utama. Fungsinya lebih cocok sebagai pendamping ringan, bukan sumber gizi utama.

Selain itu, kencur mengandung senyawa bioaktif tertentu yang diyakini bermanfaat bagi pencernaan. Tradisi jamu sering memposisikan beras kencur sebagai penyeimbang perut kembung, rasa penuh, atau tidak nyaman. Walau bukti ilmiah spesifik untuk ibu hamil masih terbatas, pengalaman turun-temurun memberi gambaran awal. Menurut saya, beras kencur dapat menjadi opsi tambahan, asal tidak berlebihan serta tetap diawasi tenaga kesehatan.

Keamanan Beras Kencur saat Kehamilan

Pertanyaan penting berikutnya, seberapa aman beras kencur untuk ibu hamil? Jawabannya tidak hitam putih. Bahan dasarnya relatif aman, tetapi cara pengolahan hingga takaran menentukan hasil akhir. Jika beras kencur dibuat higienis, memakai air matang, serta tidak ditambah bahan kimia, risikonya lebih rendah. Di sisi lain, jamu kemasan tanpa izin jelas patut dihindari karena bisa mengandung zat berbahaya.

Bagi saya, prinsip “secukupnya” sangat relevan. Ibu hamil sebaiknya minum beras kencur dalam porsi kecil. Misalnya setengah gelas, satu sampai dua kali seminggu. Bukan setiap hari dan bukan dalam jumlah besar. Porsi tersebut memberi kesempatan tubuh merespons. Bila setelah minum muncul keluhan, seperti kram perut, diare, atau pusing, sebaiknya langsung berhenti lalu berkonsultasi ke dokter atau bidan.

Setiap kehamilan unik. Ada ibu yang kuat minum beras kencur, ada pula yang langsung tidak cocok. Itu sebabnya saran seragam, “Pasti aman untuk semua,” terasa kurang bijak. Menurut saya, beras kencur sebaiknya dianggap sebagai pilihan komplementer, bukan kewajiban. Kalau ragu, minta pendapat tenaga kesehatan yang memahami riwayat kehamilan pribadi. Pendekatan personal jauh lebih aman dibanding hanya mengandalkan cerita teman.

Batas Konsumsi dan Tips Memilih Beras Kencur

Bila ingin menikmati beras kencur saat hamil, ada beberapa batas aman yang perlu diperhatikan. Pertama, batasi frekuensi. Dua hingga tiga kali seminggu sudah cukup untuk merasakan manfaat tanpa memberi beban berlebihan. Kedua, perhatikan kadar gula. Banyak penjual jamu memakai gula cukup banyak. Gula berlebih bisa memicu lonjakan gula darah, terutama pada ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional.

Menurut saya, pilihan terbaik ialah membuat beras kencur sendiri di rumah. Ibu bisa mengatur tingkat manis, memastikan kebersihan, serta memilih bahan segar. Beras dicuci bersih, direndam, kemudian dihaluskan bersama kencur. Setelah itu direbus dengan air matang dan gula secukupnya. Dengan cara ini, rasa beras kencur tetap nikmat, namun komposisinya lebih terkontrol. Bila tidak sempat membuat sendiri, pilih penjual jamu terpercaya yang menjaga kebersihan.

Hal lain yang sering terlupa ialah interaksi dengan obat atau suplemen hamil. Walau beras kencur berbahan alami, tetap mungkin memengaruhi penyerapan obat tertentu. Terutama bila diminum sangat sering atau dalam jumlah besar. Karena itu, sebaiknya beri jarak waktu antara minum beras kencur dan mengonsumsi suplemen. Misalnya dua jam sebelum atau sesudah. Pendekatan sederhana ini membantu meminimalkan kemungkinan gangguan penyerapan.

Pandangan Pribadi tentang Beras Kencur bagi Ibu Hamil

Dari sudut pandang pribadi, saya memandang beras kencur sebagai jembatan antara kearifan lokal dan kehati-hatian modern. Ia menawarkan rasa nyaman, sensasi hangat, serta kemungkinan bantu meredakan mual. Namun beras kencur tidak boleh ditempatkan di atas prinsip utama kehamilan sehat, yaitu gizi seimbang, pemeriksaan rutin, dan komunikasi aktif dengan tenaga kesehatan. Jika dikonsumsi secukupnya, diolah bersih, serta disesuaikan kondisi tubuh, beras kencur bisa menjadi teman kecil yang menyenangkan selama perjalanan kehamilan. Pada akhirnya, tubuh setiap ibu memegang kata terakhir. Dengarkan sinyalnya, gunakan akal sehat, lalu seimbangkan tradisi dengan pengetahuan ilmiah.

Back To Top